Senin, 02 Januari 2017

Tugas 4 Perbandingan negara asia



Perbandingan Penerapan Teknologi Informasi di Indonesai dan Singapura
Di zaman yang canggih ini penggunaan teknologi sudah meluas sehingga kehadiran teknologi tentunya dapat membantu manusia dalam melaksanakan aktivitasnya. Kemajuan teknologi mengakibatkan banyak pekerjaan yang bisa dilakukan tidak  terbatas oleh ruang dan waktu, akses informasi menjadi cepat, dan lebih efektif. Keefektifan yang dirasakan dari adanya teknologi dapat berpengaruh pada beberapa bidang. Para pengguna informasi merasa sangat dimudahkan dengan berkembanganya IT. Bagi beberapa instansi yang sudah menerapkan sistem online akan memudahkan akses dalam hal pekerjaan. Maka dari itu IT menjadi sangat penting. Melihat kecanggihan dan manfaat dari adanya IT, maka sejauhmana Indonesia dapat memanfaatkan IT tersebut untuk mencapai produktivitas dan perbandingannya dengan negara lain. Berikut ini beberapa hal yang akan dijadikan perbandingan mengenai penggunaan IT di Indonesia dengan beberapa negara lain mengenai  indeks kesiapan berjejaring dan Undang –Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Indeks Kesiapan Berjejaring
Melihat hampir semua negara sudah menggunaan IT secara luas dan merasakan kebermanfaatan dari adanya IT. Namun, tidak semua negara merasakan manfaat yang sama besarnya, ada faktor – faktor lain yang juga berpengaruh. Maka dari itu, World Economic Forum (WEF) dan INSEAD meneliti perkembangan IT, penggunaannya dan dampaknya di seluruh dunia, dan menuangkan hasilnya dalam suatu indeks yang terukur sehingga dapat diperbandingkan antara satu negara dengan negara lain. WEF dan INSEAD memuat urutan negara-negara di dunia menurut Indeks Kesiapan Berjejaring (Networked Readiness Index). Indeks Kesiapan Berjejaring (IKB) mengukur tingkat kemajuan negara-negara atas dasar kecanggihan teknologi informasi dan komunikasinya. IKB dibangun dari 4 unsur atau sub indeks yaitu lingkungan (environment), kesiapan (readiness), penggunaan (usage), dan dampak (impact).
Pada tingkat global, negara yang menjadi juara dalam penggunaan kecanggihan teknologi dan informasi menurut WFF adalah Swedia, disusul oleh Singapura, sedangkan Indonesia berada pada posisi 80 dari 142 negara yang di survei.
Di tingkat Asia Tenggara, Singapura disusul oleh Malaysia memiliki tingkat tertinggi kemajuan teknologi dan informasi. Kemudian Brunei Darussalam, Thailand, baru Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara yang berada di tingkat atas berdasarkan IKB secara global Singapura (ke-2), Malaysia (ke-29), Brunei Darussalam (ke-54), Indonesia terpaut angka yang cukup  jauh dibawah negara tersebut. Artinya Indonesia masih sulit untuk bisa menyetarakan kemajuan IT dengan negara – negara tersebut yang menunjukkan masih rendahnya kemajuan IT di Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara yang berada di tingkatan bawahnya Vietnam (ke-83), Filipina (ke-86), maka posisi dengan Indonesia terpaut angka yang rendah hanya selisih 3-6. Menunjukkan bahwa Indonesia masih mudah untuk dilampaui oleh kedua negara tersebut.
Grafik 1.  Indeks Kesiapan Indeks Berjejaring ASEAN, China dan India Menurut Sub Indeks 2012 menunjukkan peringkat kemajuan teknolgi informasi di ASEAN, China dan India dari hasil survei yang dilakukan WFF melalui indikator IKB.



Dari keempat sub indeks sebagai penentu kemajuan teknologi informasi suatu negara, dapat disimpulkan bahwa keberadaan teknologi informasi di Indonesia belum menunjukkan lebih baik. Penggunaan teknologi informasi masih bersifat berat sebelah atau belum merata sehingga dampak dari penggunaan teknologi masih rendah. Pemanfaatan teknologi informasi relatif kecil dalam dampaknya terhadap perekonomian. Hal ini disebabkan karena penggunaan teknologi informasi tidak seimbang jika dilihat dari penggunanya, pengguna perorangan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pengguna bisnis. Selain itu, infrastruktur yang dimiliki masih belum maksimal untuk menggunakan teknologi informasi. Sehingga dampak dari penggunaan teknologi baru dirasakan oleh sebagian orang dan belum merata.
 Penggunaan IT di Indonesia dengan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand sudah menyebar luas hanya kebermanfaatan dari IT itulah yang dirasakan berbeda di setiap negara. Kemajuan IT menurut WFF dengan indikator  4 sub indeks menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak terlalu baik yaitu pada posis ke-80 dari 142 negara yang disurvei. Keadaan penggunaan IT di Indonesia kurang stabil jika dibandingkan dengan Singapura. Mengingat pengguna IT di Indonesia masih belum merata dan penggunaan untuk e-commerce belum menunjukkan peningkatan sehingga dampak terhadap perekonomian relatif lebih kecil. Berbeda dengan Singapura yang penggunaan IT relatif stabil sehingga Singapura dapat dikatakan negara yang tingkat kemajuan IT paling baik di Asia Tenggara dan posisi ke-2 secara global. Kebermanfaatan penggunaan IT di Singapura sangat bisa dirasakan, hal ini dapat dilihat dari dampak perekonomian yang relatif besar begitupun dengan dampak sosial. Singapura menggunakan teknologi informasi untuk e-commerce yang menjadikan bisnis di Singapura menjadi lebih maju sehingga dampak terhadap perekonomian tinggi.  
Perbandingan Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik di Negara Indonesia dan Singapura
Setiap negara mempunyai undang – undang atau peraturan khusus mengenai IT guna melindungi pengguna IT serta menghindari dari tindakan – tindakan penyalahgunaan. Berikut adalah perbandingan UU IT di Indonesia dan Singapura.
 Indonesia
Kasus cyber crime di Indonesia adalah nomor satu di dunia. Hal ini terjadi karena kurangnya ketegasan pemerintah dalam hal IT serta kurangnya kontrol terhadap penggunaan IT. Maka dari itu, perlu adanya suatu peraturan mengenai IT. Sehingga pada tahun 2008 dibentuklah Undang – Undang yang mengatur mengenai Informasi Teknologi Elektronik. Di Indonesia banyak sekali terjadi pelanggaran bahkan penyalahgunaan IT seperti kasus pembobolan ATM, judi online, dan sebagainya. Tujuan dibuat UU Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu untuk pengawasan terhadap IT sehingga adanya ketegasan hukum mengenai perlindungan di dunia maya.
Singapura
Singapura memiliki cyberlaw The Electronic Act (Akta Elektronik) 1998, Electronic Communication Privacy Act (Akta Privasi Komunikasi Elektronik) 1996.
The Electronic Transactions Act telah ada sejak 10 Juli 1998 untuk menciptakan kerangka yang sah tentang undang-undang untuk transaksi perdagangan elektronik di Singapura yang memungkinkan bagi Menteri Komunikasi Informasi dan Kesenian untuk membuat peraturan mengenai perizinan dan peraturan otoritas sertifikasi di Singapura. Undang – Undang ini  bertujuan untuk memudahkan perdagangan elektornik dan menjaga dokumen elektronik.
Isi The Electronic Transactions Act mencakup :
  1. Kontrak elektornik : di dasarkan pada hukum dagang online untuk memastikan bahwa kontrak elektronik memiliki kepastian hukum
  2. Kewajiban Penyedia Jasa Jaringan: mengatur mengenai potensi / kesempatan yang dimiliki oleh network service provider untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyalahguaan informasi pihak ketiga pengguna jasa jaringan tersebut.
  3. Tanda tangan dan arsip elektronik : hukum memerlukan arsip / bukti arsip elektronik untuk menangani kasus elektronik, maka dari itu tanda tangan dan arsip elektronik harus sah menurut hukum.
Ada satu hal yang menarik dari perbandingan Undang – Undang mengenai IT di Indonesia dan Singapura. Masalah spamming dan penyebaran spam belum diatur secara tegas dalam UU ITE di Indonesia sedangkan hal ini sudah ditetapkan dalam UU ITE di Singapura. Pada intinya pembuatan UU IT ditujukan untuk menjamin kepastian hukum dan adanya kepastian hukum dalam penggunaan arsip elektronik. Namun, latar belakang pembuatan UU IT di Indonesia dan Singapura berbeda. Di Indonesia pembuatan UU IT selain untuk menjamin kepastian hukum dalam penggunaan arsip elektronik, juga dilatar belakangi karena maraknya kasus cyber crime yang menunjukkan kurangnya ketegasan hukum dan lemahnya kontrol terhadap penggunaan IT. Adapun kepastian hukum untuk tanda tangan elektronik. UU ini dibuat karena banyak terjadi penyalahgunaan penggunaan IT bahkan kasus kejahatan sekalipun. Lain Indonesia lain pula Singapura, UU ITE Singapura selain untuk kepastian hukum juga untuk keperluan akan perdagangan elektronik. Berdasarkan pembentukan UU tersebut untuk keperluan perdagangan elektronik salah satunya, akan membantu perekonomian negara. Maka dari itu, dampak perekonomian akibat penggunaan IT di Singapura menjadi relatif lebih tinggi. UU IT ini untuk keperluan transaksi perdagangan elektronik. UU ini memungkinkan untuk membuat peraturan mengenai perizinan dan peraturan otoritas sertifikasi Singapura. Dibutuhkannya UU ini di Singapura untuk jaminan kepastian hukum khususnya untuk memudahkan perdagangan elektronik sehingga dapat membantu dalam perekonomian negara. Ini sangat berbeda sekali dengan Indonesia yang dibuatkannya UU ini untuk ketegasan dalam penggunaan IT sehingga meminimalisir penyalahgunaan penggunaan IT. Namun perbedaan tersebut dimaklumi adanya karena perbedaan kebutuhan setiap negara berbeda termasuk Indonesia dan Singapura yang memiliki perbedaan dalam pembuatan UU IT tersebut. Selain itu, kegunaan arsip elektronik yang dirasa perlu bagi kedua negara tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pembentukan UU ITE. Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara. Kemajuan IT memiliki manfaat yang besar untuk suatu negara sehingga dampak terhadap perekonomian pun dapat dirsasakan. Kemajuan IT yang baik menunjukkan tingkat perekonomian suatu negara pun baik.

Selasa, 15 November 2016

Tugas 3 Teknologi Sistem Cerdas



Nama   : Alphian Daus Hermawan  (10114884)   
Kelas   : 3KA30
Tugas 3.
1.      Apa kelebihan dan kekurangan system cerdas dalam kehidupan sehari-hari ?
2.      Pandangan kalian dalam penggunaan system cerdas bagi bangsa Indonesia ?
Jawab :
1.    Keuntungan :
a.    Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
Kerugian :
a.    Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
b.    Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.
c.    Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
d.    Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.
e.    Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagai cyber crime yang lainnya
f.     Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial.

2.    Perkembangan TIK sekarang telah membawa pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat. Jika dulu orang rela berjalan puluhan kilometer agar dapat bercakap-cakap dengan orng lain, maka sekarang kita dapat melakukannya sambil duduk santai didalam rumah melalui pesawat telepon. Dlu kita memerlukan wktu berhari-hari untuk mengetahui peristiwa yang terjadi ditempat lain. Tetapi sekarang kita dapat memproleh informasi tersebut hanya dalam hitungan jam bahkan detik yaitu melalui media elektronik seperti radio dan Televisi (TV).
Sekarang kita dapat ,e,proleh berbagai informasi secara cepat dan akurat melalui internet. Kita dapat mengetahui bagaimana bangsa lain memproleh dan mengolah makanan mereka, cara mereka berpakaian, atau cara melakukan peribadatan kepada Tuhan mereka. Sehingga kita dapat meniru atau menyerap kebudayaan-kebudayaan tersebut menjadi budaya cara hidup kita.

Sabtu, 12 November 2016

ARTIKEL DATA SEKUNDER



DATA SEKUNDER

Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua). Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain. Didalam data sekunder terbagi menjadi 2 yaitu external dan internal . Kita bahas satu persatu dahulu .
a.      Keunggulan Data Sekunder :
Pada dasarnya terdapat empat keunggulan data sekunder, yaitu:
1)      lebih hemat waktu dan hemat biaya bagi periset. Jika informasi yang diperlukan tersedia sebagai data sekunder, maka periset hanya perlu pergi keperpustakaan atau menjelajah internet, menentukan sumber yang sesuai, serta mengambil dan mencatat informasi yang diinginkan. Hal ini memakan waktu tidak lebih dari beberapa hari dan lebih murah. Dengan data sekunder, beban yang dikeluarkan selama proses pengumpulan data telah dibayar oleh penyusun awal informasi. Meskipun masih diperlukan biaya untuk menggunakan data itu (tidak seperti data statistic yang dikompilasi oleh pemerintah atau asosiasi perdagangan, data komersial tidaklah gratis), namun biayanya tetap jauh lebih rendah dibandingkan jika perusahaan mengumpulkan sendiri informasinya.
2)       Meskipun data sekunder jarang dapat melengkapi persyaratan data sebuah proyek riset, paling tidak dapat: (a). Membantu dalam merumuskan permasalahan, dan (b).
Menjadi sumber data perbandingan sehingga data primer dapat dievaluasi dan
diinterpretasikan lebih mendalam.
3)      Daya cakupnya yang dapat berskala nasional dan internasional.
4)       Data dapat diperoleh diluar kemampuan periset (misalnya data BPS).

b.      KELEMAHAN DATA SEKUNDER
Pada umumnya terdapat tiga kelemahan data sekunder, yaitu:
1)      Jarang sekali data sekunder dapat memenuhi tujuan proyek penelitian. Hal ini disebabkan oleh factor unit pengukuran, definisi kelas yang dipergunakan dan peredaran publikasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
2)      Data dikumpulkan untuk tujuan yang berbeda dengan tujuan penelitian yang sedang dilakukan.
3)       Pengambilan keputusan pemasaran biasanya memerlukan informasi yang mtakhir, padahal sumber data sekunder memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses antara pengumpulan data dan penerbitannya.

1.      Data Internal .
Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi dimana riset sedang dilakukan. Misalnya, data penjualan dan biaya yang dikomplikasi dalam siklus akuntansi yang normal merupakan data sekunder internal yang akan diberikan pada banyak masalah riset, seperti evaluasi startegi pemasaran atau penilaian posisi kompetitif perusahaan dalam industry. Didalam data internal terdapat 2 yaitu Ready To Use dan Requires further processing . Ready To Use yaitu data yang ada siap untuk digunakan . Kalau Requires datanya ada tapi membutuhkan prosedur lebih lanjut .

Keuntungan Data Sekunder Internal :
·         Data sekunder yang berasal dari dalam perusahaan.
·         Lebih murah dan mudah didapatkan.
·         Data Base Marketing
        Penjualan berdasarkan produk line
        Penjualan berdasarkan departemen
        Penjualan berdasarkn toko tertentu
        Penjualan berdasarkan daerah geogarfis
        Penjualan kas dan kredit
        Penjualan berdasarkan periode waktu
        Penjualan berdasarkan jumlah pembelian
·         Siap untuk digunakan.
Kelemahan Data Sekunder Intrnal :
·         Harus diolah terlebih dahulu.

2.      Data External
Data eksternal adalah data yang berasal dari luar organisasi dimana riset sedang dilakukan. Sumber eksternal dapat dibagi menjadi sumber-sumber yang secara teratur menerbitkan data-data statistic dan menyediakannya secara gratis kepada para pengguna (misalnya pemerintah), dan organisasi-organisasi komersial yang menjual jasanya kepada berbagai pengguna (misalnya ACNielsen). Data sekunder yang berasal dari luar perusahaan seperti dari pemerintah, organisasi non profit, asosiasi perdagangan, organisasi profesional, comersial publisher, perusahaan pialang investasi, profesional marketing researchs. Data external terbagi menjadi 3 yaitu Published Material, Computerized Databases , dan Syndicated Services . Published Material adalah Materi yang di publikasikan . Computerized Databases yaitu memerlukan komputerisasi data yang dipakai memerlukan ketelitian dan kesiapan data. Didalam Computerized Databases  terbagi menjadi 3 yang pertama adalah On-Line atau terhubung dalam jaringan, kedua adalah Internet yaitu Internet keterhubungan jaringan seluruh komputer di seluruh dunia. Ketiga adalah Off-Line tidak terhubung jaringan . Dari ketiga bagian tersebut ada beberapa bagian lagi yaitu :
1.      Bibliographic database adalah database yang mengandung catatan buku, majalah dan koleksi video atau audio.
2.      Numeric database adalah database yang berisi angka-angka. biasanya dalam bentuk tabel.
3.      Full-text database adalah database yang berisi text, biasanya berisi penjelasan-penjelasan atau suatu teori.
4.      Direktory database adalah database yang disimpat dalam suatu berkas.
5.      Special purpose database adalah database yang berisi tujuan tertentu.
Lalu yang terakhir ada Syndicated Services adalah suatu kelompok profesional yang dapat memberikan layanan data-data.
Syndicate service terbagi menjadi dua bagian yaitu:
1.      Household/Consumers
o    Survey adalah metode pengambilan data yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.
§  psychographic lifestyle survey pengambilan data melihat tingkah manusia.
§  general pengambilan data secara umum. 
§  Advertising Evaluation adalah pengambilan data melalui iklan.
o     Mail diary panel
§  purchase atau pembelian data
§  Media, pengambilan data melaui media seperti tv, radio, koran, internet dll
o    Electronic scanner service 
§  Volume tracking data adalah data yang dipeloleh dari informasi barang.
§  Scanner diary panel data yang dikumpulkan yang terdapat identitas.
§  Scanner diary panels with cable tv data yang dikumpulkan dari tv kabel.
2.      Institution
o    retailers/wholesalers data yang dikumpulkan oleh pengecer biasanya berupa catatan kecil
§  audit suatu proses sistematis yang secara objectiv memperoleh data.
o    Industrial firms
§  Direct inquires data yang diperleh didapat dari bertanya langsung.
§  Clipping service adalah memantau apa yang dikatakan tentang perusahaan dan produk-produknya secara tradisional, sekarang layanan kliping dapat memantau semua jenis media termasuk internet
§  Corporate Report adalah pelaporan perusahaan yang berbeda tergatung kepada siapa pertanyaan ditujukan.