Selasa, 18 Oktober 2016

Pengetahuan Teknologi Sistem Cerdas (Tugas 2)



Tugas 2.
1.      Carilah teknologi kecerdasan buatan perusahaan / pemerintahan pada bidang :
a.       Kesehatan
b.      Bisnis
c.       Pendidikan
d.      Pertahanan & Keamanan
2.      Visi dan Misi Perusahaan / Pemerintahan .

Jawab :

1.      BISNIS
Raksasa perusahaan internet asal Cina, Baidu, beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa mereka telah membuka kode sumber (source code) kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkannya ke publik. Kode sumber tersebut bernama Warp-CTC dan sudah bisa diakses melalui GitHub. Lalu apa saja yang bisa dilakukan dengan kode tersebut?Warp-CTC merupakan kode sumber yang digunakan untuk deep machine learning—salah satu bagian dari machine learning untuk analisis data yang banyak dan kompleks, yang telah didesain untuk berjalan dengan sangat cepat pada prosesor terbaru.Nervana, startup dari AS yang menyediakan layanan analisis deep learning untuk perusahaan yang tidak mampu atau tidak ingin membuat teknologi tersebut, telah memanfaatkan kode sumber tersebut sebagai bagian dari teknologi mereka.Contoh lain adalah Deep Speech 2, sebuah sistem pengenal percakapan bahasa Inggris dan Mandarin yang dikembangkan oleh Universitas Cornel, di New York, AS.Selain menguntungkan publik, ini adalah salah satu contoh timbal balik yang akan diterima Baidu dengan membuka kode sumber mereka ke publik. Dengan Deep Speech 2, Baidu memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses layanan-layanan mereka yang sebagian besar menggunakan bahasa Mandarin. Sistemnya Koneksionis Temporal Klasifikasi adalah fungsi kerugian berguna untuk melakukan pembelajaran diawasi pada urutan data, tanpa perlu keselarasan antara input data dan label. Sebagai contoh, CTC dapat digunakan untuk melatih sistem end-to-end untuk pengenalan suara, yang adalah bagaimana kita telah menggunakannya di Baidu Silicon Valley AI Lab.




Ilustrasi di atas menunjukkan CTC menghitung probabilitas output urutan "THE CAT", sebagai jumlah seluruh keberpihakan mungkin urutan masukan yang bisa memetakan untuk "CAT THE", dengan mempertimbangkan bahwa label dapat diduplikasi karena mereka mungkin peregangan selama beberapa langkah-langkah saat input data (diwakili oleh spektogram di bagian bawah gambar). Komputasi jumlah dari semua probabilitas tersebut secara eksplisit akan menjadi penghalang mahal karena kombinatorika yang terlibat, tapi CTC menggunakan pemrograman dinamis untuk secara dramatis mengurangi kompleksitas perhitungan. Karena CTC adalah fungsi terdiferensiasi, dapat digunakan selama pelatihan SGD standar jaringan saraf yang mendalam.Di laboratorium kami, kami fokus pada peningkatan jaringan saraf berulang, dan CTC rugi merupakan komponen penting. Untuk membuat sistem yang efisien, kami diparalelkan algoritma CTC, seperti yang dijelaskan dalam makalah ini. Proyek ini berisi kami kinerja tinggi CPU dan CUDA versi hilangnya CTC, bersama dengan binding untuk Torch. Perpustakaan menyediakan C antarmuka yang sederhana, sehingga mudah untuk mengintegrasikan ke dalam kerangka pembelajaran mendalam.Implementasi ini telah meningkatkan skalabilitas pelatihan di luar peningkatan kinerja dari pelaksanaan CTC paralel lebih cepat. Untuk jaringan pipa pelatihan GPU-terfokus, kemampuan untuk menyimpan semua data lokal ke memori GPU memungkinkan kita untuk menghabiskan interkoneksi bandwidth pada peningkatan paralelisme data.

2.      VISI
Suatu cita-cita dimasa depan yang difikirkan oleh pendiri atau pemimpin baik organisasi maupun perusahaan.
Visi AHM yaitu, kami senantiasa berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam industri sepeda motor di indonesia, untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas, dalam menyediakan alat transportasi yang berkualitas tinggi, sesuai kebutuhan konsumen, dengan harga yang terjangkau serta di dukung oleh fasilitas manufaktur terpadu, teknologi mutakhir, jaringan pemeliharaan, suku cadang dan manajemen kelas dunia.
MISI
Merupakan penjabaran dari visi kedalam statement organisasi yang terfokus kepada kebutuhan stakeholdernya.
Misi AHM yaitu, kami bertekad untuk menyediakan sepeda motor berkualitas tinggi dan handal sebagai sarana transportasi bagi masyarakat yang sesuai kebutuhan konsume, pada tingkat harga yang terjangkau.
Teknologi :
Honda mengikuti komitmennya sebagai produsen motor yang peduli terhadap lingkungan dengan menggunakan Teknologi Idling Stop System (ISS) pada motor Honda andalannya. Seiring dengan suksesnya penerapan teknologi ISS pada Honda PCX 150, kini produsen motor kelas dunia ini mulai menggunakan kembali teknologi yang sama pada Honda BeAT dan Honda Vario. Pengertian Idling Stop System (ISS)Teknologi Idling Stop System (ISS) adalah sistem untuk mematikan mesin secara otomatis pada saat berhenti sejenak atau berhenti di lampu merah.Teknologi ISS ini dapat mengurangi konsumsi pemakaian bahan bakar yang tidak perlu dan menurunkan emisi gas buang. Kinerja mesin lebih efisien, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
Cara Kerja Idling Stop System (ISS) :
Pastikan posisi tombol Idling Stop sudah anda tekan dan lampu indikator pada speedometer sudah menyala. Dan setelah motor dijalankan maka sensor akan memberitahu ECM (Engine Control Module) untuk mengaktifkan Idling Stop. Apabila motor berhenti minimal 3 detik maka ECM akan perintahkan mesin untuk berhenti. Dan saat mesin mati, lampu indikator akan berkedip yang bertanda bahwa Idling Stop sedang aktif dan sedang digunakan. Saat handle gas (throttle) kita buka maka Throttle Position Sensor (TP Sensor) akan memberi signal ke ECM untuk memberitahu altenator untuk menghidupkan mesin tanpa perlu menekan tombol starter maka mesin akan otomatis menyala. Kejadian ini akan terus menerus berlangsung selama tombol Idling Stop diaktifkan. Tetapi jika tombol Idling Stop tidak diaktifkan maka Idling Stop tidak bekerja.
Berikut ini adalah urutan cara kerja Idling Stop System (ISS) :




Syarat agar Idling Stop bekerja :
·         Tekan tombol Idling Stop pada posisi “Idling Stop”
·         Putaran mesin standar 1700 rpm +/- 100
·         Temperatur mesin melebihi 60 derajat celcius
·         Motor telah mencapai kecepatan melebihi 10 kilometer/jam
·         Handle gas (throttle) dalam posisi tertutup penuh
·         Motor dalam kondisi berhenti setidaknya 3 detik, maka lampu indikator akan otomatis berkedip, dan mesin akan mati secara otomatis
Cara Mengaktifkan Teknologi Idling Stop System
Untuk mengaktifkannya, Anda tinggal mengubah posisi button switch ke kondisi Idling Stop (klik ke bawah). Maka, lampu hijau yang terdapat pada speedometer akan menyala secara otomatis, itu tanda bahwa sistem ISS sudah dapat dilakukan. Ketika motor Anda berhenti selama 3 detik dan sistem ISS berfungsi, maka lampu hijau tersebut akan berkedip, sebelum nantinya akan menyala sempurna kembali ketika Anda mulai menarik tuas gas.Dengan adanya teknologi ISS ini, jumlah emisi bahan bakar yang berhasil dikurangi dapat mencapai 7% dibandingkan dengan Honda Vario Techno keluaran terdahulu (tanpa ISS) berdasarkan pengujian oleh Honda menggunakan metode ECE R40. Tetapi pada acara Fun Riding ternyata Vario Techno 125 CBS ISS mampu menempuh jarak hingga 76,1 kilometer perliternya. Dan dapat disimpulkan bahwa motor Vario Techno 125 CBS dengan teknologi ISS lebih irit hingga 37% dari Vario Techno pendahulunya.
Produk :
·         Mobil
·         Motor


Sumber :

Selasa, 04 Oktober 2016

Pengantar Teknologi Sistem Cerdas



Tugas 1 .
1.      Apa definisi dari pengantar teknologi system cerdas ?
2.      Sejarah teknologi system cerdas di Indonesia !
3.      Penerapan teknologi system cerdas dikehidupan sehari-hari !
Jawab :
1.      Bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia.
2.      Tahun 1960an dimana computer mulai berkembang di Indonesia . Dan banyak manusia yang melakukan atau membuat sebuah system yang dapat membantu bekerja. Disitulah system cerdas mulai dikembangkan . Sistem cerdas berkembang sangat pesat di 20 tahun terakhir seiring dengan kebutuhan perangkat cerdas pada industry dan rumah tangga, oleh karena itu buku ini memaparkan berbagai pandangan modern dan hasil riset terkini  yang perlu dikuasai oleh para akademisi, pelajar dan praktisi lengkap dengan implementasi nyata.Lalu munculah program Sistem Cerdas atau Artifical Intelegent pertama pada tahun 1950an . Dimana di Indonesia computer  belum masuk . Tetapi sistem cerdas mulai berkembang merambat sampai ke Indonesia.
3.      Salah satu sub bidang yang menggunakan sistem kecerdasan buatan untuk mengatasi dan menganalisis permasalah yang ada adalah bidang kedokteran. Pengembangan aplikasi kecerdasan buatan pada bidang kedokteran sangat membantu sekali beberapa user yang terlibat dalam kedokteran. Dan dapat membantu mempercepat data pasien atau proses pemeriksaan dokter.

Senin, 25 Januari 2016

Tugas 4



Teori Organisasi Umum Softskill
Perubahan & Perkembangan Organisasi



Kelompok 2 :

1.  Agus Tri Kurniawan (10114511)
2. Alphian Daus Hermawan (10114884)
3. Angger Catur P (11114220)
4. Gihon Bagus Prakoyogo (14114536)
5. Hendra Fauzi Nugraha (14114890)
6. Khiara Daperja Hasan (1C114768)
7. Rifky Adi Pradana (19114369)

Kelas : 2KA30

PENDAHULUAN

I.                     Latar Belakang
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka. Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.
Pengembangan organisasi pada dasarnya berbeda dengan berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian PO itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri.

II.                  Rumusan Masalah

1. Apa faktor – faktor yang menyebabkan perubahan pada organisasi?
2. Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3. Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
4. Bagaimana metode pengembangan pada organisasi?

PEMBAHASAN

1.      Faktor-faktor perubahan organisasi .
Secara garis besar faktor penyebab terjadinya perubahan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
a.       Faktor ekstern,
b.      Faktor intern.

Faktor Ekstern
Adalah  penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Perkembangan IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi baru yang secara langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup survive.
Faktor Intern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
–         Problem hubungan antar anggota,
–         Problem dalam proses kerja sama,
–         Problem keuangan.
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi. Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb. Hal ini akan menimbulkan tingkah laku anggota yang kurang menguntungkan organisasi, misalnya anggota sering terlambat. Komunikasi atasan bawahan juga sering menimbulkan problem. Keputusannya sendiri mungkin baik tetapi karena terjadi salah informasi, bawahan menolak keputusan pimpinan. Dalam hal seperti ini perubahan yang dilakukan akan menyangkut system saluran komunikasi yang digunakan.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
Perlengkapan yang digunakan dalam mengolah input menjadi output juga dapat merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Tujuan penggunaan berbagai perlengkapan dan peralatan dalam proses kerjasama ialah agar diperoleh hasil secara efisien.
2.      Proses Perubahan Organisasi
Proses terjadinya suatu perubahan di dalam organisasi meliputi enam tahap, hal ini diungkapkan oleh L.C. Megginson, Donald C.M. dan Paul H.P.,Jr. seperti dikutip oleh T.Hani Handoko. Adapun tahap-tahap tersebuat adalah sebagai berikut:
1)  Tekanan dan Desakan.
Pada tahap ini manajemen tingkat atas mulai merasakan adanya masalah, tekanan, desakan dan kebutuhan akan suatu perubahan. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan produktivitas, volume penjualan dan laba, perputaran tenaga kerja tinggi dan kalahnya persaingan produk dipasaran, dan sebagainya.
2)      Intervensi dan Reorientasi.
Setelah merasakan adanya tekanan dan desakan, para manajer mulai mencoba berusaha menyelesaikannya dengan mencari dan menentukan serta merumuskan permasalahan, untuk itu mereka biasanya menyewa seseorang atau beberapa konsultan atau bisa juga pihak internal (karyawan perusahaan) sebagai pengantar perubahan. 
3)      Diagnosa dan Pengenalan Masalah.
Pada tahap ini pengantar perubahan mulai mengumpulkan berbagai informasi (data), kemudian menganalisanya. Masalah yang paling penting dikenali dan diperhatikan untuk dipecahkan.
4)      Penemuan dan Komitmen penyelesaian
Pada tahap ke empat ini, pengantar perubahan dan merangsang pemikiran, kretivitas serta mulai meninggalkan “metode-metode kerja lama”, menggantinya dengan mtode-metode baru yang lebih afektif. Begitu juga untuk penyesuaian dibuatlah rencana program-program latihan, keterampilan, peningkatan wawasan, dll.
5)      Percobaan dan Pencarian Hasil.
Setelah alternatif terbaik untuk penyelesaian ditemukan dan dikembangkan, selanjutnya diadakan percobaan penerapannya untuk diketahui hasilnya.
6)      Penguatan dan Penerimaan.
Pada tahap ini, setelah penerapan program-program kegiatan dalam rangka penyesuaian dengan perubahan ataupun pengembangannya telah berhasil dan sesuai dengan keinginan, maka kegiatan untuk perubahan tersebut diusahakan harus diterima oleh para karyawan dan menjadi penguat yang dapat mengikat semua karyawan pada perubahan.

3.      Ciri-ciri pengembangan organisasi

Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
  2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
  3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
  4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
  5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
  6. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

4.      Metode Pengembangan Organisasi
Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan keterampilan dan sikap.

1. Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam. Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survai.
Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.
Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
Umpan Balik Survai : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.

2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi. Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.
Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Methode Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.

PENUTUP

i.                      KESIMPULAN
Pada hakikatnya perubahan terkadang perlu terjadi didalam kehidupan berorganisasi. Perubahan perlu dilakukan dengan tujuan agar organisasi tersebut dapat berkembang lebih baik.Dengan pengalaman yang dimiliki oleh suatu organisasi, mereka dapat menentukan tujuan – tujuan yang ingin dicapai ketika perubahan pada orgnasasi tersebut dilakukan.
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi.Oleh karena itu dibutuhkan perkembangan organisasi untuk mempertahankan kehidupan organisasi dalam menghadapi persaingan dan organisasi masa depan yang tidak terlalu mementingkan eksistensi sebuah organisasi.

ii. SARAN
Dengan makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat memahami tentang arti penting perubahan dan perkembangan organisasi di dalam kehidupan berorganisasi.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA